Kamis, 21 Januari 2016

TEORI PENAWARAN

TEORI PERMINTAAN

Hukum Permintaan = Jumlah yang ingin dibeli per waktu tertentu (unit of time) akan bertambah bila harga turun dan sebaliknya, dalam keadaan cateris paribus (hal-hal lain dianggap tetap)

Beberapa faktor yang mempengaruhi permintaan, antara lain:
  1. Harga barang yang bersangkutan = Jumlah barang yang diminta (Quantity Demanded) bervariasi secara berlawanan dengan perubahan harga barang yang bersangkutan oleh sebab itu kurva permintaan mempunyai slope yang negatif 
  2. Money Income = Perubahan dalam Pendapatan (Y) akan menyebabkan pergeseran kurva permintaan (Changes or shifts in the demand curve
  3. Tastes / Selera = Perubahan selera mempengaruhi permintaan. Misalnya turunnya selera seseorang terhadap suatu barang, menyebabkan turunya permintaan barang tersebut caterius paribus, demikian sebaliknya.
  4. Harga barang-barang lain yang ada hubungannya dengan barang yang bersangkutan (The Prices of Related Commodities) = Terdapat dua Hubungan yaitu: 1) saling melengkapi (Complementer) dan 2) Saling mengganti (subtitusi)
  5. Faktor Musim
  6. Ekspektasi harga yang akan datang = Bila konsumen memperkirakan bahwa harga suatu barang di masa yang akan datang akan terus turun maka konsumen akan menunda pembelian sekarang untuk pembelian di masa yang akan datang dan sebaliknya.

Qda/Jumlah barang yang diminta = f (PA/Harga barang, PB-PZ/Harga barang lain, I/Pendapatan, T/Cita rasa, W/Kesejahteraan Masyarakat)

Koefisien elastisitas harga (Coefisient of price elasticity of demand) adalah persentase dalam dependent variabel di bagi dengan persentase perubahan dalam independent variabel.

Coefisient of price elasticity of demand adalah persentase perubahan jumlah yang diminta dibagi dengan persentase perubahan harga dimana jumlah yang diminta adalah merupakan dependent variable.

Arc Elasticity = Apabila elastisitas dihitung antara dua titik yang terpisah (A-B) pada satu kurva permintaan.

Point Elasticity = Elastisitet yang dihitung pada satu titik pada satu kurva untuk perubahan yang sangat kecil dalam harga.

Lima kategori elastisitas, yaitu:

  1. Jika e > 1, permintaan disebut elastis
  2. Jika e = 1, permintaan disebut unitary elasticity
  3. Jika e < 1, permintaan disebut in elastis
  4. Jika e = , permintaan disebut elastis sempurna
  5. Jika e = 0, permintaan disebut in elastis sempurna
Cross elasticity of demand yaitu berapa jauh perubahan harga suatu barang mempengaruhi jumlah yang diminta dari barang lain.

Faktor-faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan:
  1. Ada atau tidaknya barang pengganti yang baik. Jika ada, maka permintaan akan suatu barang tertentu akan menjadi elastis
  2. Banyaknya penggunaan barang itu. Semakin luas penggunaan sesuatu barang, semakin elastis permintaannya. Semakin besar jumlah penggunaannya, semakin besar kemungkinan untuk mengadakan perubahan jumlah yang dibeli apabila harganya berubah.
  3. Harga barang dibandingkan dengan pendapatan konsumen. Permintaan akan barang-barang yang mengambil sebagian besar pendapatan konsumen adalah lebih elastis daripada permintaan akan barang-barang yang relatif hanya mengambil sebagian kecil dari pendapatan itu.
  4. Apakah harga barang itu mengarah ke ujung atas dari kurva permintaan itu ataukah ke ujung bawah. Harga yang mengarah ke atas adalah lebih elastis daripada yang mengarah ke bawah.



Rabu, 20 Januari 2016

TEORI EKONOMI MIKRO SEBAGAI TEORI HARGA

Micro Economic Theory sering disebut dengan "Price Theory".

Price Theory menerangkan tentang komposisi dan alokasi dari faktor-faktor produksi.

Teori ekonomi mikro disebut juga dengan teori harga sebab :
  1. Kegiatan-kegiatan ekonomi dari satuan-satuan ekonomi individual; konsumen, pemilik-pemilik sumber daya ekonomi dan pengusaha-pengusaha individual;
  2. Arus barang dan jasa dari perusahaan-perusahaan ke konsumen, komposisi arus dan penilaian barang itu yang membentuk arus itu di pasar barang dan jasa;
  3. Arus sumber-sumber produksi (atau jasa) dari pemilik ke pengusaha, mengalami proses penilaian di pasar faktor-faktor produksi dan alokasinya di antara penggunaan-penggunaan alternatif.
Anggapan dasar teori harga:
  1. Suatu ekonomi yang stabil, bebas dari gangguan-gangguan besar
  2. Sumber-sumber itu digunakan sebelumnya.
Skope Teori Ekonomi Mikro:

  1. Teori Konsumsi
  2. Teori Produksi
  3. Teori pasar barang dan teori pasar faktor-faktor produksi
  4. Teori Ekonomi Kesejahteraan (welfare economics)

Teori harga dapat digunakan sebagai dasar membuat "Conditional Predictions".

"Conditional Predictions" dalam Model Ekonomi Mikro yang paling sederhana adalah model "Supply and Demand". 
Jika kurva permintaan berslope negative dan kurva penawaran berslope Positif, kemudian harga naik di atas titik "Price Equilibrium" maka harga itu akan menciptakan suatu surplus di pasar.
Gambar : Ekses Penawaran